Rabu, 29 Mei 2013

My Biodata

halooo nama gue Anisa Nur Afifah gue sekarang duduk di kelas 11 aliaass 2 SMA. gue SMA di 102 jakarta . hobby gue suka baca-baca cerpen dan ngeliatin timeline bulutangkis .
gue suka banget sama warna biru. gue tuh punya dua sahabat yang selalu gue sayang. yang satu mau 7 tahun yang satu mau 5 tahunn wih hahaha. apalagi ya hahaha kalo mau kenal follow aja twitter : @anisaafifah ;p

Ternyata Aku Mencintainya


Haiiii semua kali ini gue mau ngepost cerpenn buatan gue maaf banget ya kalau masih banyak kekurangannya dan gajee ;b ini juga lagi belajar buat cerpen HEHE. Comment ya :) J .



  Awal pada saat itu aku melihatnya sekitar tanggal 25 juli 2011, tepatnya di koridor halaman sekolahku. Dia anak baru yang baru saja pindahan dari Manado. Aku adalah seorang perempuan yang bernama Alyssa Saufika Umari, teman-temanku biasanya memanggil aku Ify atau Alyssa begitulah mereka memanggil namaku. Aku berkelahiran tepatnya di Jakarta 6 Desember 1996 dan sekarang aku bersekolah di SMP Binus, aku duduk di bangku kelas sembilan.
   Aku dan teman-temanku sedang asik bercanda dan sambil menunggu pengumuman kelas, aku berdoa semoga aku tetap mendapat kelas yang aku inginkan yaitu kelas A, karena dari awal aku masuk SMP aku selalu mendapatkan kelas A. Suasana pun ramai banyak anak-anak yang mengobrol, tertawa, adapun yang berkejar-kejaran.  Mataku terpaku oleh sesosok laki-laki yang sedang berdiri sendirian dan sedang di jahili oleh teman-temanku, sepertinya dia anak baru di sekolahan ini. Karena sebelumnya aku tidak pernah melihat dia di sekolahan ini.
   Ya tentu saja ternyata dia memang anak baru di sekolah ini namanya Mario Stevano Aditya Haling, dia anak pindahan dari Manado berkulit hitam manis, tinggi, pendiam dan ia memakai tas berwarna coklat. Aku hanya melihatnya dari kejauhan dan ternyata dia juga sedang memandangiku. Aku memang tidak kenal dengannya tetapi apa susahnya kalau hanya sekedar berkenalan, lagipula mempunyai teman baru itu sangatlah menyenangkan. Aku berjalan dan menghampirinya sesaat dan ingin berkenalan.
   ”Hai.“ sapaku dengan sopan, diapun hanya memberiku segaris senyuman.
   “Lo anak baru ya disini ? sebelumnya gue belum pernah melihat lo ?“  tuturku.
   “Iya gue anak baru gue baru pindahan dari medan nama gue Mario panggil aja Rio senang bisa berkenalan dengan lo“ ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
   “Oh begitu pantas, nama gue Ify gue juga senang bisa mendapat teman baru seperti lo, semoga betah ya di sini" Ify pun membalasnya.

Setelah Ify dan Rio berbincang-bincang akhirnya tibalah pengumuman pembagian kelas, ternyata pengumuman itu tidak dibacakan pada seorang guru melainkan nama-nama itu akan di tempelkan di papan mading sekolah. Aku mencari-cari namaku dari ratusan banyak siswa dan siswi. Setelah aku menelusuri selembar kertas yang berisi daftar siswa atau siswi yang sudah di bagikan kelasnya. Aku pun senang setelah aku menemukan namaku ternyata aku mendapat kelas A ya tentu saja aku senang aku menginginkanya karena memang dari SMP kelas satu aku sudah mendapatkan kelas. Aku berloncat-locat sambil kegirangan dan memeluk sahabatku yang berada di sampingku.
   “Selamat yaaa Fy ! akhirnya lo dapet kelas A juga” tutur Sivia sahabat Ify, sahabat yang selalu bersama Ify dari kelas delapan ini.
   “Makasihhh Viaa, oh iya Yo lo dapet kelas sembilan apa ?“ tanya Ify yang tidak jauh jaraknya dari Rio.
   “Gue dapet kelas sembilan A nih Fy.”
   “Kita sekelas dong ?“ ujarnya yang tidak menyangka.
   ‘’Iya wah gue beruntung bisa mendapat teman seperti lo Fy” puji Rio .
   “Bisa aja lo Yo.”


Kini aku dan Rio sudah saling mengenal dan pertemanan kami semakin lama semakin dekat, hari demi hari sudah kami lewati bersama bulan demi bulan sudah terlewatkan ternyata pertemananku semakin akrab dengan Rio. Tetapi ada rasa yang aneh yang ada di benak fikiranku, setiap hari aku selalu memandangi lelaki itu, aku selalu tersenyum setiap aku melihatnya. Ada perasaan yang tidak wajar pada saat itu, setip hari aku selalu memikirkannya, dan membayanginya. Menurut sahabatku aku jatuh cinta ? iya kah ? apakah ini yang namanya cinta berdebar-debar ketika iya di hadapanku ? padahal belum terlalu lama aku mengenalnya dan tiba-tiba perasaanku hanya tertuju kepada seorang sosok Rio anak baru yang pernah aku berkenalan dengannya.

25 february 2012 .

   “Rio ini gimana bantuin gue ngerjain soal fisika dong gue gak ngerti nih” teriak Ify. sambil memegang soal fisika itu. Rio pun lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearahku, tetapi ada beberapa temanku yang sedang berbisik-bisik.
   “Eh liat deh Ify, kok Rio mau aja sih” kesal Shilla yang langsung melotot kearahku.
    “Tau ya ih Rio kok mau aja sama Ify.” sambung Angel yang berada di samping Ify.
Rio pun heran menatapku. kini aku dan Rio sudah berdekatan dengan jarak yang sangat dekat dan Rio pun juga mengajariku tentang soal fisika yang aku tidak tau tadi.
   “Kenapa sih Fy ? kok lo ngeliatin Shilla terus.“  tanya Rio yang langsung berdiri di sampingku.
   “Ngga tau Yo mereka sinis banget ngeliatin guenya, mungkin dia tidak suka kalau lo dekat-dekat dengan gue“ ucap Ify yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Rio.
   “Yaudah Fy diemin aja lagian kita yang deket kok mereka sewot sih.“ tawa Rio dengan sangat geli.
   “Udah-udah ajarin gue Yo yang ini.”
   “Ini gampang Fy, ini caranya tuh begini.”

Sekitar hampir tiga puluh menit menit Rio mengajarkan Ify, memang Ify ini dalam pelajaran bidang fisika dia kurang  jago di banding Rio, kalau Rio mungkin belum seberapa dan memang Rio menganggap soal itu hanyalah sebuah teman bukanlah sebagai lawan.

   Aku memang sangat suka dengan Rio dia sosok laki-laki yang bijak, jago basket, bertanggung jawab, dan pintar. Jangan salah disekolahku ini banyak sekali yang sangat mengagumi seorang Rio, sampai-sampai ada yang mengirim surat kepadanya. Rio selalu membelaku saat orang-orang menjahiliku atau menyindir diriku. Aku tidak tau mengapa mereka semua begitu padahal selama ini aku tidak pernah mempunyai masalah dengan mereka.

30 Mei 2012 .

Hari ini adalah hari aku study tour ke Bandung. Aku sangat senang karena pagi ini tentu awannya sangat bersahabat dan udara pagi mampu ku hirup dengan segarnya. Pagi-pagi aku sudah berangkat menuju tempat bus sekolahku. Aku menunggu cukup lama, disitu ada Sivia dan Zevana. Aku menunggu busnya cukup lama, tetapi ternyata aku salah tempat pantas saja busnya tidak muncul-muncul ternyata bus itu sudah ada di tempat pom bensin tempat yang tidak jauh dari tempat aku berdiri saat ini. Aku sudah menemukan busnya ternyata sudah ada sebagian teman-temanku dan guru yang sudah datang.  Pagi ini Rio juga terlihat sangatlah tampan dengan memakai baju putih dan celana jeans berwarna hitam tidak lupa dia selalu membawa gitar kesayangannya itu. Aku kini sudah berada di dalam bus, aku dan Rio duduknya tidak jauh, terkadang di dalam perjalanan itu Rio sering iseng menatapku sambil tertawa kecil. Dan Rio kadang kakinya menyentuh tubuhku sambil tertawa memang Rio itu sangatlah iseng. Akhirnya tujuan pertama kami sampai yaitu di “Tangkuban Perahu” di kota Bandung tepatnya. Aku sangat senang karena disekitar-Nya banyak terdapat pepohonan dan ditambah kabut yang menyelimuti Tangkuban Perahu tersebut.
   “Ini pemandangannya super keren.” ucapku yang sangat mengagumkan.
   “Iya Fy sumpah betah gue disini.“ tambah Sivia sahabat Ify.
Aku pun langsung mengambil handphoneku dan langsung berfoto-foto aku tidak menyangka ternyata tangkuban perahu memang sangat indah kalu dilihat secara langsung .

Setelah berjam-jam aku mengelilingi tangkuban perahu kami langsung naik lagi ke bus karna kami harus menginap di salah satu vila terbesar di Bandung yaitu Vila Teratai. Vila yang berwarna oranye dengan ciri khas seperti rumah-rumah jawa tradisional dan modern. Aku pun kini dan teman-temanku sudah sampai di vila ini waktu yang pas untuk aku beristirahat. Karena semua badanku sudah sangat pegal dan capek, belum lagi nanti malam ada acara di aula vila teratai acara khusus sekolahku jadi aku berniat untuk beristirahat sejenak agar tidak terlalu capek dan lelah.

*************

Kini awan sudah mulai berganti warna menjadi warna yang lebih gelap, belum lagi malam ini benar-benar sangatlah dingin. Bintang pun malam ini sangatlah cantik yang memancarkan sinar dan malam ini, bintang-bintang itu membentuk sebuah rasi bintang. Aku tidak tahu itu rasi bintang seperti apa, yang terpenting aku suka sekali dengan suasana malam ini.
Aku berjalan menuju ke arah aula aku memakai jaket berwarna hitam, baju panjang berwarna biru dan celana jeans panjang yang berwarna hitam. Karena malam ini udara benar-benar sangatlah dingin, angin pun bertiup sangatlah kencang. Sebelum acara di aula vila teratai di mulai aku dan teman-temanku berniat untuk mengisi perut sejenak agar nanti tidak kelaparan saat acara mulai, atau pas lagi ditengah-tengah acara. Setelah selesai makan acarapun kini sudah dimulai acara pertama yaitu pembukaan yang kedua adalah tukar kado, pas acara tukar kado itu mata kami memang benar-benar harus di tutup dan tidak boleh mengintip sedikitpun setelah itu kami di putar dan bolehlah kami mengambil kado tetapi dengan mata tertutup. Aku membuka kadonya ternyata aku mendapatkan sebuah kotak pensil yang berwarna pink lengkap dengan isinya. Setelah acara tukar kado selesai tibalah saatnya berfoto-foto untuk kenang kenangan aku sangat senang dan tidak menyesal mengikuti acara malam ini. Ditambah acara terakhir Rio memainkan gitar kesayangannya itu, aku semakin suka dengan Rio, walaupun malam itu Rio hanya memakai kaos berwarna putih yang pendek bermotif batik dan celana pendeknya itu. Tetapi dimataku Rio memang sangatlah tampan ditambah senyumannya yang bikin orang pasti kesemsem atau jatuh hati padanya.
   Acara pun kini telah usai aku keluar dan duduk di dekat ayunan villa bersama teman-temanku, aku pun melihat keatas awan dan melihat bintang dan aku berkata dalam hati “Sungguh kali ini aku akui kalau aku memang sudah benar-benar jatuh cinta terhadap Rio. Aku tidak tahu mengapa aku bisa mencintainya, perasaan ini tiba-tiba meredam di dalam hatiku. Dari awal kita bertemu aku sudah ada rasa dengannya. Kalau memang Rio yang terbaik dekatkanlah aku dengannya, kalau tidak jadikan aku dan Rio sebatas teman ataupun sahabat. Tetapi aku tidak akan melupakan begitu saja dengan sosok seorang Rio. Walaupun nanti kita tidak bersama lagi waktu SMA nanti. Tetapi aku tetap akan menjaga tali silaturahmiku dengan Rio. Aku tahu aku aku sangat salah mencintai seorang Rio karena iman kita berbeda. Tetapi kalau Tuhan menjodohkan aku dengan Rio, aku akan sangat bersyukur dan senang yang pasti. Karena cinta tidak memandang agama, usia, kaya atau miskin-nya. Dan cinta sejati tidak akan pernah mati. Karena cinta tidak butuh alasan tetapi cinta hanya butuh balasan”.
                                                       


                                                               ~~THE END~~